Jumat, 22 April 2011

Lets KULINARI bersama cHeF aRaa ^^

Bismillah.

Jika disebutkan,
JURUSAN GIZI
..
apa yang terbayang?
Dapurr? masaakk?? mmhh.. gak apapa, tapi sebenernya ahli gizi itu lebih banyak kerja di bagian konsultasi atau hitung-menghitung kebutuhan energi atau buat nyusun program diet 'n menyusun menu.. walau kadang2 ke bagian dapur buat cek Quality Control dari makanan yang bakal disajiin,.

Nahh, dalam menyusun menu nya nih, seorang ahli gizi dituntut (Siapa yang nuntut??) untuk tahu berjuta2 resep masakan n tahu cara pengolahannya, biar tahu persis makanan yang bakal dimasukkin ke susunan menu itu udah sesuai belum dengan kebutuhan, kondisi kesehatan, dan kebiasaan sang klien.

Makanya, di Jurusan Gizi, ada satu mata kuliah yang khusus mempelajari berbagai teknik memasak dan diajarkan juga berbagai masakan yang ada di Seluruh Dunia *lebih tepat sebagian kali ya?!

Mmhh.. Yummy.. Masak berbagai olahan dari Sumber Karbo, Sayuran, daging2an, Nabati, dan banyak lagi. Mata kuliah ini disebut Gizi Kulinari Dasar. ^^

Di semester 2, mata kuliah ini dilanjutkan dengan Gizi Kulinari Lanjut. Di mata kulah ini kita mulai beranjak ke luar negeri.. yeee!!!
Mulai dari makanan Asia Tenggara, Timur, India, Timur Tengah, dan sekarang saya sedang berada di Eropa.. belajar makanan Kontinental.

Mata kuliah ini, bikin kita optimis bakal nyusun menu buat orang luar negeri.. hhe
Jadi gak usah susah2 lagi nyari menu yang sesuai deng
an kebiasaan mereka! Alhamdulillah!


Ya, alhamdulillah!!



Yee.. aku Bisaa!!


Hari ini hari sabtu, tak seperti biasanya, karena udara hari ini lebih dingin dari sebelumnya.
dan saya *akhirnya, bisa melakukan apa yang ingin dilakukan sejak lama.
Bisa Bermain Biola!! <<>> hhe

dan ternyata bermain biola itu sangatlah mudah!
Saya lupa judul lagu yang saya menghabiskannya dengan bermain biola, semua sangat nyata..
hanya terasa!
Karena itu ada dalam mimpi semalam. :P


padahal sedari hari kemarin perasaan saya tidak melihat biola sedikitpun.
yah, mudah2an kapan2 saya bisa!

*ada yang mau ngajar les gratiss?? ^^

Senin, 21 Maret 2011

di Tengah Hujan Deras

Bismillah.
Hari ini ana mendapatkan pelajaran baru dari sebuah takdir. semua hal di dunia ini telah Allah desain sedemikian rupa, salahsatunya untuk menambah hikmah yang dimiliki oleh manusia.

Rasulullah saw. bersabda: "Aku tinggalkan dua pedoman bagimu, yang jika kamu berpegang teguh padanya niscaya kamu tidak akan tersesat selamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul".

Di dunia ini kita memiliki 2 pedoman dasar, yaitu Al-qur'an dan Al-Hadis. Segala sesuatu yang kita kerjalan hendaknya berdasarkan pada 2 hal ini.
Allah SWT. telah mengatur syariatNya dengan teliti, setelah diturunkan kedua pedoman itu, mungkin ada beberapa hukum yang "belum dijelaskan secara eksplisit" dan memerlukan pengambilan hukum. Ada dua jalan yang disebut ijtihad dan ijma'.
Sebagaimana dalil:
Rasulullah saw pernah bersabda kepada Abdullah bin Mas'ud sebagai berikut : " Berhukumlah engkau dengan al-Qur'an dan as-Sunnah, apabila sesuatu persoalan itu engkau temukan pada dua sumber tersebut. Tapi apabila engkau tidak menemukannya pada dua sumber itu, maka ijtihadlah ".

Ijtihad adalah
pencurahan segenap kemampuan untuk mendapatkan sesuatu. Yaitu penggunaan akal sekuat mungkin untuk menemukan sesuatu keputusan hukum tertentu yang tidak ditetapkan secara eksplisit dalam al-Quran dan as-Sunnah.


Mengerjakan ijtihadpun tidak sembarangan, ada banyak syarat yang harus dipenuhi..Misalnya mengetahui dengan benar ilmu alat, ilmu balaghah, ilmu ushul fiqh, dan lain sebagainya.

Sedangkan Ijma' adalah kesepakatan para ulama zaman sahabat (atau bahkan para sahabat) di dalam menentukan suatu hukum. di dalam ijma' ini ada yang disebut Ijma' Sukutiy, yaitu diamnya para ulama yang menandakan persetujuan.

Sekarang bagaimana dengan kedudukan para Imam yang telah kita kenali?
Mereka bukan menciptakan hukum baru, tapi lebih berbeda dalam menafsirkan, dan sebaiknya kita jikalau ingin "mengikuti" mereka bukan karena diri mereka tapi ambillah yang terbaik di antara mereka dalam mendekatkan diri dengan sumber hukum kita yang awwal, yaitu al-Qur'an dan Assunnah. Silahkan kita mau mengambil jalan yang mana, tapi tetap kita harus tahu sumbernya bahwa itu benar dari Al-Qur'an dan Al-Hadits.

Sebagaimana Abu Bakar pernah berkata: Jika ada yang benar dari diriku maka ikutilah, dan jika ada yang salah dariku maka tinggalkanlah.,"
Prinsip itu juga yang bisa kita pakai dalam mengambil fatwa2 dari para Imam atau Ulama..

Di dalam ilmu ushul Fiqh, sikap manusia terhadap suatu hukum ada 3:
1.Mujtahid (yang melakukan Ijtihad)
2. Muttabi' (yang melakukan Ittiba'). Ittiba' adalah mengikuti seseorang tapi mengetahui darimana ia mengambil dalilnya.
3. Muqallid (yang melakukan taqlid). Taqlid adalah mengikuti seseorang tanpa tahu darimana ia mengambil sumber hukumya.

Setelah mempelajari Al-Qur'an dan Al-Hadits, ketika kita mempelajari mengenai berbagai hukum misalnya, kita hendaknya menjadi orang yang kritis, atau bisa dikatakan menjadi orang yang muttabi'.

Yang terpenting dari semua ini adalah, bahwa yang akan masuk surga Allah adalah "Ahlu Sunnah wal Jama'ah"
Yaitu orang-orang yang tetap berpegang teguh pada Al-Qur'an dan AsSunnah dimanapun ia berada.
Wallohu a'lam..
Ya Allah.. jadikan kami bagian dari golongan ahli surga yang selalu berlomba-lomba dalam kebaikan..

Rabu, 28 April 2010

Mamah,, law ta'lamiiina kam uhibbuki!!

MOTHER_SAMI YUSUF

Blessed is your face
Blessed is your name
My beloved
Blessed is your smile
Which makes my soul want to fly
My beloved
All the nights
And all the times
That you cared for me
But i never realised it
And now it’s too late
Forgive me

Now i’m alone filled with so much shame
For all the years i caused you pain
If only i could sleep in your arms again
Mother i’m lost without you

You were the sun that brightened my day
Now who’s going to wipe my tears away
If only i knew what i know today
Mother i’m lost without you

Ummahu, ummahu, ya ummi
Wa shawqahu ila luqyaki ya ummi
Ummuka, ummuka, ummuka ummuka
Qawlu rasulika
Fi qalbi, fi hulumi
Anti ma’i ya ummi
Mother... mother... o my mother
How i long to see o mother
“your mother, your mother, your mother”
Is the saying of your prophet
In my heart, in my dreams
You are always with me mother

Ruhti wa taraktini
Ya nura ‘aynayya
Ya unsa layli
Ruhti wa taraktini
Man siwaki yahdhununi
Man siwaki yasturuni
Man siwaki yahrusuni
‘afwaki ummi
Samihini...
You went and left me
O light of my eyes
O comfort of my nights
You went and left me
Who, other than you, will embrace me?
Who, other than you, will cover me?
Who, other than you, will guard over me?
Your pardon mother, forgive me


Siapa yang harus aku hormati? "ibumu"

Siapa yang harus aku hormati? "ibumu"

Siapa yang harus aku hormati? "ibumu"

Siapa yang harus aku hormati? "ayahmu"

SubhanaLLAH, ternyta Allah tidak sia-sia menciptakan segala sesuatu....

KEAJAIBAN PENCIPTAAN GUNUNG...

Untuk apa Sich ALLAH SWT. menciptakan gunung???

Baca yuk..



Dengan perpanjangannya yang menghujam jauh ke dalam maupun ke atas permukaan bumi, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi yang berbeda, layaknya pasak. Kerak bumi terdiri atas lempengan-lempengan yang senantiasa dalam keadaan bergerak. Fungsi pasak dari gunung ini mencegah guncangan dengan cara memancangkan kerak bumi yang memiliki struktur sangat mudah bergerak.

Al Qur’an mengarahkan perhatian kita pada fungsi geologis penting dari gunung.

"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)

Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.

Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern.

Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.

Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:

Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305)

Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai "pasak":

"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?" (Al Qur'an, 78:6-7)

Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.

Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah "isostasi". Isostasi bermakna sebagai berikut:

Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. (Webster's New Twentieth Century Dictionary, 2. edition "Isostasy", New York, s. 975)

Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau sebagai suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.

"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)

from:keajaibanalquran.com

Senin, 05 April 2010

Ishbiriy ya nafsii..

"Wasta`iinu bisshobri wa ssholat".

Sabar ada 5 macam:
1. Sabar saat tertimpa musibah
Orang yang beriman ketika ditimpa musibah akan berkata "innalillahi wa inna ilaihi rooji'un.."
2.Sabar ketiuka taat beribadah
Sering merasakan yang satu ini? untuk menjadi orang yang bertaqwa itu tidak mudah. banyak godaan n rintangan. seorang Nabi Ibrahim, harus rela meninggalkan istri tercinta dan anknya Nabi Ismail di padang yang sangat tandus, dan baru juga bertemu kembali Allah sudah menyuruhnya untuk menyembelih Ismail. Nabi Isma'il pun bersabar ketika menerima titah Allah SWt. itu "Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang Allah perintahkan. Insya Allah engkau akan menemukanku menjadi orang-orang yang bersabar.."
Realita kita, bagaimana menggodanya hangat dari kasur dan selimut yang kita gunakan saat adzan shubuh..
3. Sabar ketika dihadapkan dengan maksiat
Setiap waktu, syetan mengajak kita kepada kemaksiatan. syetan merayu dari depan, belakang, kanan, kiri. Sabar tipe ini adalah sabarnya Nabi Yusuf as. ketuika dirayu oleh Zulaikha yang cantik menawan, muda, sekaligus tuan yang harus diikuti titahnya. Bagaimana bisa menolak? begitu pula tak ada alasan untuk meniolak mdari dirinya yang masih muda, belum memiliki isteri, tidsak bertanggungjawab pada anaknya, tampan, takkan ada keluarga yang tahu karena ia orang asing.
jika ia mau, apa yang harus ia fikirkan lagi? Tapi ia bersabar dan memilih untuk tidak melakukannya karena ketaatannyua kepada Allah SWT.
4. Sabar ketika menghadapi dunia
5. Sabar ketika berdakwah
-sabar terhadap cemoohan manusia
- sabar ketika dakwah belum terlihat hasilnya
Sabar luar biasa yang dimiliki oleh Nabi Nuh as. saat berdakwah pada umatnya. selama 900 tahun, hanya 60 orang yang beriman. Apakah sebanding dengan dakwah kita??



Sabar itu dinamis, tidak statis.
Sabar itu optimis bukan pesimis.
dan Tawakkal adalah buah kesabaran.

akhirnya,,
"Allohummaj`alnii min 'ibaadikas shoolihat..."