#lovelifeandwrite
Semakin didesak situasi untuk sebetulnya bisa marah, sedih, kecewa putus asa, instruksikan pada hati untuk selalu mengambil peluang berhusnudzon. Bukankah hidup itu tentang menentukan pilihan-pilihan? Bukankah Allah bersama prasangka hambaNya kepadaNya?
Mengizinkan diri sendiri melakukan dan memikirkan hanya hal-hal yang baik. “Ketika kau masih bisa perprasangka baik, kenapa tidak?” hal itu yang akan merubah dirimu. Bukan untuk merubah oranglain, tapi bisa merubah sikap oranglain padamu.
Senantiasa berprasangka baiklah, berbuat baiklah, tidak ada salahnya untuk selalu berusaha menjadi mahkluk yang berperangai baik.Bukankah yang akan diuji adalah "ayyukum ahsanu 'amalaa". Hal yang aku pelajari setiap hari. Beginilah cara menyayangi diri sendiri dengan benar.
Semoga mendewasa dengan baik.
#addurra
"Dan Saling tolong menolonglah kamu di dalam Kebaikan dan Ketaqwaan.."
Rabu, 27 Januari 2016
Jumat, 22 Januari 2016
Tentang Keinginan Kita
Kita mungkin saja mendapatkan sesuatu yang sama pada waktu yang
sudah ditentukan. Tapi jalannya seperti apa yang kita inginkan? Benar-benar
bisa kita pilih sendiri.
Akankah kamu marah? Akankah kamu bersabar? Akankah kamu kecewa? Akankah kamu mengeluh?
Meski pada akhirnya kamu mendapatkannya, tapi jangan kamu meraihnya dengan sesuatu yang akan kamu sesali pada akhirnya….
Tawakkal… jangan berharap pada manusia. Bersabarlah atas keinginanmu… jika sudah datang waktunya, biarkan dengan lembut ia hadir membahagiakan hari mu, jangan sampai yang memberi “nyungkun”atas apa yang kamu terlalu inginkan.
I see…..
#addurra june,2014. latepost.
Akankah kamu marah? Akankah kamu bersabar? Akankah kamu kecewa? Akankah kamu mengeluh?
Meski pada akhirnya kamu mendapatkannya, tapi jangan kamu meraihnya dengan sesuatu yang akan kamu sesali pada akhirnya….
Tawakkal… jangan berharap pada manusia. Bersabarlah atas keinginanmu… jika sudah datang waktunya, biarkan dengan lembut ia hadir membahagiakan hari mu, jangan sampai yang memberi “nyungkun”atas apa yang kamu terlalu inginkan.
I see…..
#addurra june,2014. latepost.
tanpa judul
“Kau takkan mendapatkan apapun yang
telalu kau cintai, kecuali ALLAH..”
Zaira Siti Mecca Medina. Bandung, 29
Juli 2014, 20:05 p.m. 2 Syawwal 1435 H.
Waktu dan Amal
Januari 2016. Tahun sudah memasuki tahapan selanjutnya. Bergulir terus. Memang betul
namanya tahun baru, karena sebetulnya tahun-bulan-hari-menit-detik selalu baru
dan hakikatnya waktu adalah makhluk yang selalu baru.
Diam membuat kita mati.
Jangan mau digerus waktu.
Maka kita ikut menjadi makhluk yang selalu baru, melakukan kebaikan dan menjadi yang lebih baik lagi.
Klise.
Tapi setiap hari, memang selalu ada tantangan di setiap kegiatan, untuk kita selalu menjalankannya dengan strategi baru, dan perbaharui niat dengan lurus.
Menjadi manusia yang kuat memanfaatkan waktu dan mengikatkan kebiasaan-kebiasaan baik dengan waktu yang berlalu. Menjadi seikat kepingan koin-koin masuk ke tabungan amal.
Jangan mau tergerus waktu, musuhmu adalah melawan nafsu.
Bersemangatlah hari ini untuk meraih rahmat Allah,
sungguh doaku ada bersamamu J
#addurra
Diam membuat kita mati.
Jangan mau digerus waktu.
Maka kita ikut menjadi makhluk yang selalu baru, melakukan kebaikan dan menjadi yang lebih baik lagi.
Klise.
Tapi setiap hari, memang selalu ada tantangan di setiap kegiatan, untuk kita selalu menjalankannya dengan strategi baru, dan perbaharui niat dengan lurus.
Menjadi manusia yang kuat memanfaatkan waktu dan mengikatkan kebiasaan-kebiasaan baik dengan waktu yang berlalu. Menjadi seikat kepingan koin-koin masuk ke tabungan amal.
Jangan mau tergerus waktu, musuhmu adalah melawan nafsu.
Bersemangatlah hari ini untuk meraih rahmat Allah,
sungguh doaku ada bersamamu J
#addurra
Minggu, 31 Mei 2015
Menikah, Keputusan Besar dalam Perbaikan Hidupmu...
Bismillah.
Keputusan diambil, pekerjaan yang sempat tidak diambil karena ada kontrak "menunda menikah selama 1 tahun pertama kerja". Keputusan yang berat, namun harus segera diambil. Bagi yang belum dilamar, akhirnya kembali melamar. Semoga Allah beri jalan dan keputusan yang terbaik... :')
08 Mei 2015; Friday 08.00
Bismillahirrahmaanirrahiim
Pagi ini, cerah menyapa bumi ku bandung, dengan lantunan murottal yang
mengiringiku menuliskan catatan ini.. dalam keadaan hati yang masih saja
terbolak balik sesuai dengan qudratnya.
Banyak yang telah saya alami dan saya baca sesuai dengan apa yang saya butuhkan,
semuanya dalam keadaan sedang menasihati saya untuk terus beriman, tawakkal dan
bersabar. Tak boleh terburu-buru dan harus selalu husnudzon kepada Allah,
apapun yang terjadi. Sungguh tugas kita di dunia adalah taat dan ibadah
kepadaNya. Jangan sampai lalai sedikitpun.
Bahwa segala sesuatu adalah terjadi sesuai kehendakNya yang selalu menjadi
yang terbaik bagi kita, yang menguji iman dan kesabaran kita. Agar kita naik kelas di kehidupan sementara
ini. Baik itu dalam keadaan sendiri atau beramai-ramai, taat harus menjadi
bekal.
Bunyi tasbih serangga turaes di musim yang mulai berubah menjadi musim
panas meski masih saja hujan di bulan Mei, terdengar menyenangkan, membawaku ke
dalam impian berkunjung ke negeri sebrang.
Menikah, kenapa kata ini yang terus mengiang di kepalaku dan hatiku
akhir-akhir ini, mengusik kekhusuanku dan setiap wanita di fase kehidupan yang ini.. setelah selesai studi, mencicipi dunia kerja dan seterusnya.
Menikah dini berbeda dengan menikah muda. Menikah Dini identik dengan ketidaksiapan, sedangkan menikah muda Menikah di usia muda, artinya dua insan yang memang sudah siap dengan jiwa
raga nya untuk melaksanakan ibadah di tahap selanjutnya, tidak hanya sebuah
keinginan tapi berupa sebuah kesiapan, sehingga Allah berikan waktu dan jodoh
yang tepat. Sudah sampai mana kesiapanmu?
Menikah, adalah ibadah yang baik bagi mereka yang sudah Selesai dengan
urusan mereka pribadi, yang sudah selesai dengan masalah-masalah di masa lalu
nya, mereka yang telah berdamai dengan keluhan-keluhan masalalu, mereka yang
siap mengaktualisasikan diri dan berbagi dengan orang lain,terutama partner
hidup selama-lamanya, untuk laki-laki dia sudah siap mendidik seorang isteri, untuk perempuan dia siap dididik dan mendidik anak, mereka yang siap membangun peradaban baru bersama
pasangan hidupnya. Ya mereka lah yang diberi karunia oleh Allah berupa
pernikahan, bahtera baru untuk berlayar bersama.
Sudah sejauh mana persiapanmu? Sudahkah kau selesai menaklukkan ego dirimu
sendiri?
Pertanyaan sederhana,
Sudah selalu ontime kah
sholatmu?
Sudah rutin dan menjadi
kebutuhankah tilawahmu?
Bagaimana dengan shaum sunnahmu?
Apakabar tahajjudmu di tengah
malam?
Bagaimana shadaqohmu?
Sudah terbahagiakankah
sekelilingmu di rumah?
Bagaimana akhlaqmu?
Begitulah mandiri nya seseorang dalam ibadahnya sendiri. Bagaimana mengaku
siap berumahtangga bila diri sendiri masih menjadi masalah utama, sedangkan
nanti akan ada perhatian baru yang memerlukan kita. Sedikit demi sedikit perbaikilah, sehingga
kelak pasanganmu dan dirimu tidak terlalu berat untuk mengingatkanmu untuk ini
dan itu, tapi fokus membangun peradaban ke depan.
Uh, tercambuk diri ini. Malu rasanya. Astagfirullah, ampuni hamba ya Allah,
yang memalingkan perhatian pada sesuatu yang tidak haqiqi, sedangkan perhatian
untuk mencari keridloanMu adalah kebutuhanku yang sebenarnya. Ampuni hamba.
Hamba berdoa, segerakan perbaikan kehidupanku ya Allah, sungguh hamba
memerlukan bantuanMu selalu. Ya Allah, tuntunlah aku selalu untuk mengingatMu,
seal bersyukur dan beribadah sebaik-baiknya padaMu.
Bimbing hamba selalu ya Rabb, anugerahkan padaku suami yang sholeh dan
keturunan yang menjadi permata hati dan penyejuk mata, dan jadikan kami imam
untuk orang-orang yang bertaqwa. Suami yang melebihiku dalam segala kebaikan,
dan bersabar menuntun dan mendidikku, yang memberikan rasa cinta dan sayang,
sehingga kesyukuranku padaMu menjadi semakin besar lagi dan lagi. Aamiin.
Senin, 19 Januari 2015
Surat Teruntuk Jodohku
Bismillah
Teruntuk jodohku,
Jaga dirimu baik-baik ya,
Sampai berjumpa di perjanjian Mitsaqan Ghalidza yang disaksikan makhluk langit dan bumi,
Take care! Hati hati selama perjalanan.
Dekati Allah nya, kini dan terus menerus,
Biar Allah yg pertemukan kita pada waktu dan momentum yang tepat, sehingga pernikahan kita kelak menjadi pernikahan yang barokah dan menjadi kebaikan untuk alam semesta.
Kau tahu? Jatuh bangun diri ini menjaga kesucian hatinya, kesucian cintanya agar tak terganggu nafsu. Mengubah luapan cinta hanya menjadi doa doa panjang di antara heningnya malam,
Di tengah napas yang terengah-engah menahan rindu, menahan kata rindu dan cinta di ujung lisan agar tak terucap yang akan menjadi dosa,
Memurnikan ikhtiyar agar tak terusik maksiat,
Memfilter rasa dan menyerahkan kendali hati dan membiarkan Allah yang mengatur kadarnya dalam hati..
Sama kah perjuangan ini dengan perjuanganmu?
Jodohku, terima aku dengan komitmenku, lihat kebaikan keburukan yg ada pada diriku dan perbaiki akhlaq ku,
Jadilah pakaianku yang menutupi aibku dan memperindah perangaiku. Jadilah keluargaku di dunia dan di akhira..
Untukmu, yang mana cinta dan pengabdianku kelak adalah salahsatu jalanku menuju syurga Allah,
Laa hawla wa laa quwwata illa billah...
Mempersiapkan kehadiranmu artinya menghadirkan kepantasan dan perhitungan atas diriku sendiri di hadapan Rabbku, sudah pantaskah aku mendapatkan rizki yang begitu beaar dalam hidupku? Yaitu dirimu, jodohku.
Semoga senantiasa berkepanjangan menjadi hamba yang selalu ingin cantik di hadapanNya, ditambah lagi bersamamu...
Wahai hati yang samasama merindu, kusampaikan padamu bagaimana hari ini aku hidup, sebaik mungkin menjadi hambaNya, berusaha sekuat mungkin mendekatiNya, sekaligis ingin sekali menjaga dirinya agar kau menjadi satusatunya lelaki yang dekat dengan hati ini dan halal bagiku, perjuangannya sungguh berat sekali..
Jodohku,
Ketika kuingat dirimu aku mengingat tuhan yg menggenggam jiwamu,
Lisan dan hatiku kemudian berdoa akan keselamatanmu, keluasan rizkimu, kemantapan hatimu, keberkahan hidupmu, kecerdasan agamamu, dan kelembutan perangaimu,
Supaya kau Allah jadikan suami terbaik untukku dan ayah terbaik utk anak-anak kita,
lakukan hal yang sama saat kau ingat diriku, doakan aku selalu ..
karena untaian doa itu akan sampai pd diriku...
bersabarlah dan berikhtiyarlah maksimal jodohku,
aku sudah siap dijemput dirimu,
dimanapun kini engkau berada..
hati-hati selama perjalanan :-)
Sampaikan kami pd "al-Liqoo", pertemuan yang dinanti ya Rabb...
Tertanda,
Jodohmu, yang sama-sama sedang memantaskan diri.
@adduRRa
Teruntuk jodohku,
Jaga dirimu baik-baik ya,
Sampai berjumpa di perjanjian Mitsaqan Ghalidza yang disaksikan makhluk langit dan bumi,
Take care! Hati hati selama perjalanan.
Dekati Allah nya, kini dan terus menerus,
Biar Allah yg pertemukan kita pada waktu dan momentum yang tepat, sehingga pernikahan kita kelak menjadi pernikahan yang barokah dan menjadi kebaikan untuk alam semesta.
Kau tahu? Jatuh bangun diri ini menjaga kesucian hatinya, kesucian cintanya agar tak terganggu nafsu. Mengubah luapan cinta hanya menjadi doa doa panjang di antara heningnya malam,
Di tengah napas yang terengah-engah menahan rindu, menahan kata rindu dan cinta di ujung lisan agar tak terucap yang akan menjadi dosa,
Memurnikan ikhtiyar agar tak terusik maksiat,
Memfilter rasa dan menyerahkan kendali hati dan membiarkan Allah yang mengatur kadarnya dalam hati..
Sama kah perjuangan ini dengan perjuanganmu?
Jodohku, terima aku dengan komitmenku, lihat kebaikan keburukan yg ada pada diriku dan perbaiki akhlaq ku,
Jadilah pakaianku yang menutupi aibku dan memperindah perangaiku. Jadilah keluargaku di dunia dan di akhira..
Untukmu, yang mana cinta dan pengabdianku kelak adalah salahsatu jalanku menuju syurga Allah,
Laa hawla wa laa quwwata illa billah...
Mempersiapkan kehadiranmu artinya menghadirkan kepantasan dan perhitungan atas diriku sendiri di hadapan Rabbku, sudah pantaskah aku mendapatkan rizki yang begitu beaar dalam hidupku? Yaitu dirimu, jodohku.
Semoga senantiasa berkepanjangan menjadi hamba yang selalu ingin cantik di hadapanNya, ditambah lagi bersamamu...
Wahai hati yang samasama merindu, kusampaikan padamu bagaimana hari ini aku hidup, sebaik mungkin menjadi hambaNya, berusaha sekuat mungkin mendekatiNya, sekaligis ingin sekali menjaga dirinya agar kau menjadi satusatunya lelaki yang dekat dengan hati ini dan halal bagiku, perjuangannya sungguh berat sekali..
Jodohku,
Ketika kuingat dirimu aku mengingat tuhan yg menggenggam jiwamu,
Lisan dan hatiku kemudian berdoa akan keselamatanmu, keluasan rizkimu, kemantapan hatimu, keberkahan hidupmu, kecerdasan agamamu, dan kelembutan perangaimu,
Supaya kau Allah jadikan suami terbaik untukku dan ayah terbaik utk anak-anak kita,
lakukan hal yang sama saat kau ingat diriku, doakan aku selalu ..
karena untaian doa itu akan sampai pd diriku...
bersabarlah dan berikhtiyarlah maksimal jodohku,
aku sudah siap dijemput dirimu,
dimanapun kini engkau berada..
hati-hati selama perjalanan :-)
Sampaikan kami pd "al-Liqoo", pertemuan yang dinanti ya Rabb...
Tertanda,
Jodohmu, yang sama-sama sedang memantaskan diri.
@adduRRa
Langganan:
Postingan (Atom)

